Politik BBM Mengancam Masyarakat
Salah satu Isu-isu yang hangat
dibicarakan di berbagai media saat ini adalah masalah kenaikan BBM. Masalah ini
sering kali menjadi pemicu terjadinya tindakan anarkis dari kelompok yang
kontra terhadap kenaikan BBM. Mereka menganggap bahwa kenaikan BBM dilakukan
hanya untuk menguntung beberapa orang saja yaitu pemerintah dan pemodal dan
mereka tidak memandang bagaimana keadaan orang-orang yang ekonominya sanagt
memadai padahal kenaikan BBM tidak mungkin tidak diikutu oleh kenaikan kebutuhan
masyarakat yang lain terutama bahan pokok pasti akan mengalami kenaikan.
Sehingga hal inilah yang pemberontkan mereka terhadap isu-isu naikanya BBM.
Tentunya mereka yang kontra terhadadap naiknya BBM kerena tidak ingin melihat
masyarakat terus-terusan menderita. Apalagi saat negara kita indonesia di
permiskin oleh tikus-tikus negara yang kurang ajar itu. Karena hal inilah
mereka yang kontra terhadap kenaikan BBM terus berusaha agar BBM tidak dinaikan oleh pemerintah, selain itu
mereka kurangnya kepercayaan terhadap pemerintah yang di akibatkan oleh
ketraumaan mereka yang sangat tinggi terdapap pemerintah. Bahkan mereka selalu
berstigma negatif terhadap segala tindakan pemerentah yang berhubungan dengan
masarakat.
Pertentangan antara
mereka yang pro dan kontra akan terus berlangsung dan akan semagkin memanas,
jika tidak ada ketegasan dari pemerintah. Hal inilah yang menjadi hakikat permasalahan
yang ada dari BBM itu. Seandainya pemerintah mengambil tindakan yang tegas di
antara dua pilihan itu, tentunya perselisihan ini tidak akan terus berlangsung
lama. Namun sebelum memutuskan di antara dua pilihan tersebut pemerintah harus
mempertimbangkan terlebih dahulu konsekuensinya yang akan terjadi kedepan
dengan berbagai pertimbangan kemudian putuskanlah dengan bijak demi kebaikan
bersama baik bagi pemerintah maupun untuk masyarakat secara umum. Dalam hal ini
tentunya pemerintah sudah siap dengan
konsekuensi tersebut, karena sebelumnya telah melakukan
pertimbangan-pertimbangan dan analisis-analisis yang mendalam dari konsekuensi yang yang akan dihadapinya
kedepan. Jika memang keputusan itu adalah yang terbaik untuk masyarakat dan
juga negara kedepan mengapa hal ini masih ditangguhkan oleh pemerintah? Dan
pemerintah terutama preseden masih ragu-ragu untuk memberikan keputusan?
Oleh karena itu
pemerintah tidak boleh terus menerus berada dalam kebingunangannya. Pemerintah
harus sesegera mungkin bertindak tegas untuk memberikan keputusan yang riil
anatara dua pilihan tersebut. Kalau
pemerintah tidak ingin melihat rakyat
terus menerus berperang. Hal ini karena mengingat ketegasan perintah
sangat penting sekali. Kalaupun tindakan pemerintah nantinya sssakan
mendapatkan banyak pertentangan dari
kalangan yang kontra tentunya pemerintah sudah siap menghadapi resiko tersebut
dengan pertimbangan yang telah difkirkan sebelumnya.
Sesungguhnya
yang menjadi permasalahan yang sebenarnya bukanlah masalah yang tunggal dari
BBM itu sendiri akan tetapi sangat kmpleks. Sehingga hal ini membutuhkan
pemikiran dan analisis yang mendalam, karena tindakan ceroboh dari pemerintah
akan memberikan pengaruh yang besar terhadap elektabilitas negara. Negara akan terancam oleh warga negaranya
sendiri, maka pemerintah sudah seharusnya memiliki kecerdasan dan keprofesionalan
yang tinggi dalam memberikan keputusan ini. Jangan sampai keputusannya malah
membuat rakyat semangkin menderita. Jangan sampai kemudian masalah ini
dimanfaatkan oleh pemerintah untuk kepentingan dirinya sendiri dan melupakan
bagaimana hak dan tanggung jawabnya terhadap rakyat dan negara. Berusalah untuk berbuat baik dengan menjaga
citra diri dengan tidak lagi berbuat korupsi atau berpura-puralah di hadapan
masyarakat bahwa lembaga negara itu sebenarnya baik. Karena pada dasanya
terbentuknya lembaga negara dibentuk kepentingan rakyat dan segala hal yang
dilakukan dimaksudakan untuk kesejahteraan rakayt semata.
Namun lagi-lagi
citra pemerintah yang telah di cap koror sebagai koruptor tidaklah mudah untuk
mengembalikan atau mengubah stigma negatif yang telah dialamatkan kepadanya.
Apalagi agresi korupsi semangkin gencar dikalangan pejabat negara. Sehingga
untuk mengubah stigma negatif tersebut menjadi PR tersendiri bagi pemerintah.
Dan pemerintah harus berusaha bagaimana pandangan negatif itu bisa berubah
menjadi positif bagi rakyat maupun masyarakat pada umumnya. Karena dalam hal
ini sangat sulit untuk mengubah secara keseluruhan maka mulailah dari diri
sendiri dengan memberikan tauladan kepada pejabat-pejabat negara yang lain.
Sehingga pada akhirnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah ada walaupun
tidak sesempurna yang diharapkan.
Di kalangan
pejabat terjadi Tarik ulur dalam masalah ini. Analisis-analisis mengenai apa
yang terjadi telah mereka lakukan. Sehingga mereka saling mempertahankan
statmen mereka masing-masing, ketika hal telah mencapai pada titik tertentu
maka hal ini akan menjadi sebuah konflik yang disebabakan oleh sisfat
fanatismereka terhadap kelompok yang sama dalam pemikiran mereka. Maka dalam
hal ini peran presiden sebagai kepala negara akan sangat dibutuhkan agar
ketegangan antara dua kelompok ini tidak berujung dengan konflik yang berdarah.
Setelah presiden
menentukan salah satu dari dua pilihan ini dengan mempertimbangkan segenap
resiko yang akan terjadi makaperselisihan atau ketegangan antara dua kelompok
ini akan berakhir. Namun tidak serta merta akan berakhir begitu saja, karena
pada prinsipnya keputusan pemerintah akan dipertanyakan kembali, mengapa
memilih pro atau konra terhadap naiknya BBM. Sehingga tidak heran hikalau presiden
sangat galau untuk memutuskan antara naik atau tidak. Hal ini tidak lepas dari konsekuensi yang
akan dihadapinya kemudian. Dengan demikian BBM
akan menjadi ancaman terhadap masyarakat terutama terhadap masyarakat
kecil. Walaupun pemerintah sudah mempersiapkan diri untuk mengganti kenaikan
BBM ini dengan memberikan bantuan terhadap masyarakat secara langsung. Tetapi
sudah tidak diragukan lagi jika kenaikan BBM akan mempengaruhi kebutuhan
masyarakat yang lain dan hal itu sudah bisa dibayangkan bahwa kenaikan BBM
hanya akan menindas masyarakat kecil saja. Oleh karena itu BBM tidak boleh
dinaikan.
selamatkan indonesia....
BalasHapussiapa lagi kalau bukan kita ? negara akan milik kita bukan hanya milik pemerintah yang arogan yang tidak pernah memkirkan nasib rakyatnya..