Selasa, 18 Juni 2013

jawa pos

 Politik BBM Mengancam Masyarakat
           Salah satu Isu-isu yang hangat dibicarakan di berbagai media saat ini adalah masalah kenaikan BBM. Masalah ini sering kali menjadi pemicu terjadinya tindakan anarkis dari kelompok yang kontra terhadap kenaikan BBM. Mereka menganggap bahwa kenaikan BBM dilakukan hanya untuk menguntung beberapa orang saja yaitu pemerintah dan pemodal dan mereka tidak memandang bagaimana keadaan orang-orang yang ekonominya sanagt memadai padahal kenaikan BBM tidak mungkin tidak diikutu oleh kenaikan kebutuhan masyarakat yang lain terutama bahan pokok pasti akan mengalami kenaikan. Sehingga hal inilah yang pemberontkan mereka terhadap isu-isu naikanya BBM. Tentunya mereka yang kontra terhadadap naiknya BBM kerena tidak ingin melihat masyarakat terus-terusan menderita. Apalagi saat negara kita indonesia di permiskin oleh tikus-tikus negara yang kurang ajar itu. Karena hal inilah mereka yang kontra terhadap kenaikan BBM terus berusaha agar  BBM tidak dinaikan oleh pemerintah, selain itu mereka kurangnya kepercayaan terhadap pemerintah yang di akibatkan oleh ketraumaan mereka yang sangat tinggi terdapap pemerintah. Bahkan mereka selalu berstigma negatif terhadap segala tindakan pemerentah yang berhubungan dengan masarakat.
Pertentangan antara mereka yang pro dan kontra akan terus berlangsung dan akan semagkin memanas, jika tidak ada ketegasan dari pemerintah. Hal inilah yang menjadi hakikat permasalahan yang ada dari BBM itu. Seandainya pemerintah mengambil tindakan yang tegas di antara dua pilihan itu, tentunya perselisihan ini tidak akan terus berlangsung lama. Namun sebelum memutuskan di antara dua pilihan tersebut pemerintah harus mempertimbangkan terlebih dahulu konsekuensinya yang akan terjadi kedepan dengan berbagai pertimbangan kemudian putuskanlah dengan bijak demi kebaikan bersama baik bagi pemerintah maupun untuk masyarakat secara umum. Dalam hal ini  tentunya pemerintah sudah siap dengan konsekuensi tersebut, karena sebelumnya telah melakukan pertimbangan-pertimbangan dan analisis-analisis yang mendalam dari  konsekuensi yang yang akan dihadapinya kedepan. Jika memang keputusan itu adalah yang terbaik untuk masyarakat dan juga negara kedepan mengapa hal ini masih ditangguhkan oleh pemerintah? Dan pemerintah terutama preseden masih ragu-ragu untuk memberikan keputusan?
Oleh karena itu pemerintah tidak boleh terus menerus  berada dalam kebingunangannya. Pemerintah harus sesegera mungkin bertindak tegas untuk memberikan keputusan yang riil anatara dua pilihan tersebut. Kalau  pemerintah tidak ingin melihat rakyat  terus menerus berperang. Hal ini karena mengingat ketegasan perintah sangat penting sekali. Kalaupun tindakan pemerintah nantinya sssakan mendapatkan banyak  pertentangan dari kalangan yang kontra tentunya pemerintah sudah siap menghadapi resiko tersebut dengan pertimbangan yang telah difkirkan sebelumnya.
Sesungguhnya yang menjadi permasalahan yang sebenarnya bukanlah masalah yang tunggal dari BBM itu sendiri akan tetapi sangat kmpleks. Sehingga hal ini membutuhkan pemikiran dan analisis yang mendalam, karena tindakan ceroboh dari pemerintah akan memberikan pengaruh yang besar terhadap elektabilitas negara.  Negara akan terancam oleh warga negaranya sendiri, maka pemerintah sudah seharusnya memiliki kecerdasan dan keprofesionalan yang tinggi dalam memberikan keputusan ini. Jangan sampai keputusannya malah membuat rakyat semangkin menderita. Jangan sampai kemudian masalah ini dimanfaatkan oleh pemerintah untuk kepentingan dirinya sendiri dan melupakan bagaimana hak dan tanggung jawabnya terhadap rakyat dan negara.  Berusalah untuk berbuat baik dengan menjaga citra diri dengan tidak lagi berbuat korupsi atau berpura-puralah di hadapan masyarakat bahwa lembaga negara itu sebenarnya baik. Karena pada dasanya terbentuknya lembaga negara dibentuk kepentingan rakyat dan segala hal yang dilakukan dimaksudakan untuk kesejahteraan rakayt semata.
Namun lagi-lagi citra pemerintah yang telah di cap koror sebagai koruptor tidaklah mudah untuk mengembalikan atau mengubah stigma negatif yang telah dialamatkan kepadanya. Apalagi agresi korupsi semangkin gencar dikalangan pejabat negara. Sehingga untuk mengubah stigma negatif tersebut menjadi PR tersendiri bagi pemerintah. Dan pemerintah harus berusaha bagaimana pandangan negatif itu bisa berubah menjadi positif bagi rakyat maupun masyarakat pada umumnya. Karena dalam hal ini sangat sulit untuk mengubah secara keseluruhan maka mulailah dari diri sendiri dengan memberikan tauladan kepada pejabat-pejabat negara yang lain. Sehingga pada akhirnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah ada walaupun tidak sesempurna yang diharapkan.
Di kalangan pejabat terjadi Tarik ulur dalam masalah ini. Analisis-analisis mengenai apa yang terjadi telah mereka lakukan. Sehingga mereka saling mempertahankan statmen mereka masing-masing, ketika hal telah mencapai pada titik tertentu maka hal ini akan menjadi sebuah konflik yang disebabakan oleh sisfat fanatismereka terhadap kelompok yang sama dalam pemikiran mereka. Maka dalam hal ini peran presiden sebagai kepala negara akan sangat dibutuhkan agar ketegangan antara dua kelompok ini tidak berujung dengan konflik yang berdarah.
Setelah presiden menentukan salah satu dari dua pilihan ini dengan mempertimbangkan segenap resiko yang akan terjadi makaperselisihan atau ketegangan antara dua kelompok ini akan berakhir. Namun tidak serta merta akan berakhir begitu saja, karena pada prinsipnya keputusan pemerintah akan dipertanyakan kembali, mengapa memilih pro atau konra terhadap naiknya BBM. Sehingga tidak heran hikalau presiden sangat galau untuk memutuskan antara naik atau tidak.  Hal ini tidak lepas dari konsekuensi yang akan dihadapinya kemudian. Dengan demikian BBM  akan menjadi ancaman terhadap masyarakat terutama terhadap masyarakat kecil. Walaupun pemerintah sudah mempersiapkan diri untuk mengganti kenaikan BBM ini dengan memberikan bantuan terhadap masyarakat secara langsung. Tetapi sudah tidak diragukan lagi jika kenaikan BBM akan mempengaruhi kebutuhan masyarakat yang lain dan hal itu sudah bisa dibayangkan bahwa kenaikan BBM hanya akan menindas masyarakat kecil saja. Oleh karena itu BBM tidak boleh dinaikan.



               


1 komentar:

  1. selamatkan indonesia....
    siapa lagi kalau bukan kita ? negara akan milik kita bukan hanya milik pemerintah yang arogan yang tidak pernah memkirkan nasib rakyatnya..

    BalasHapus